Pedoman Penerimaan Peserta Didik Baru RA, MI, MTs dan MA 2017/2018

Pedoman Penerimaan Peserta Didik Baru RA, MI, MTs dan MA 2017/2018. Sudah tidak terasa, semester 2 berlalu begitu cepat pergantian tahunpun akan segera dimulai. Namun, Ada hal yang perlu dipersiapkan bagi siswa yang baru lulus, Yaitu Penerimaan Peserta Didik Baru atau PPDB. Pada kesempatan kali ini, kami akan membagikan informasi Pedoman Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun Ajaran 2017/2018 untuk sekolah Madrasah mulai dari Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA). Pedoman atau Juknis PPDB untuk sekolah Madrasah ini dikeluarkan langsung oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia Tahun 2017.

PPDB MI, MTs dan MA tahun pelajaran 2017/2018

Pedoman / Juknis PPDB 2017/2018 Sekolah Madrasah (RA, MI, MTs dan MA) Kemenag. Pada Pedoman Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun pelajaran 2017/2018 untuk sekolah MI, MTs dan MA yang dikeluarkan oleh Kemenag tersebut berisi mengenai Ketentuan umum, Tujuan, Prinsip dan Asas, Calon Peserta Didik, Persyaratan Penerimaan Peserta Didik Baru, Daftar seleksi, Perpindahan, Tatacara Pendaftaran, Jadwal Pendaftaran dan Seleksi, hingga dilampirkan juga file mengenai Surat Pernyataan Peserta Didik, Surat Pernyataan orang tua/wali. Untuk informasi lebih jelasnya Anda bisa lansung mendownload file Pedoman tersebut atau melihat isinya dibawah ini: 

PEDOMAN PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU TAHUN PELAJARAN 2017/2018 SEKOLAH MADRASAH DI BAWAH KEMENAG RI 


KATA PENGANTAR

Penyelenggaraan pendidikan diawali dengan kegiatan penerimaan peserta didik baru (PPDB). PPDB merupakan kegiatan rutin setiap tahun yang dilaksanakan oleh satuan lembaga pendidikan. Penerimaan peserta didik baru pada Madrasah perlu dilakukan secara objektif, akuntabel, transparan dan tidak diskriminatif. PPDB bertujuan memberi kesempatan yang seluas-luasnya bagi warga negara usia sekolah agar memperoleh layanan pendidikan yang sebaikbaiknya.

Agar pelaksanaan PPDB di semua daerah dapat berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan apapun maka diperlukan pedoman PPDB. Pedoman PPDB sebagai acuan berbagai pihak khususnya jika terjadi persoalan tentang PPDB. Pedoman PPDB ini juga memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat terkait pembiayaan PPDB. Disisi lain pedoman ini dimaksudkan agar layanan pendidikan dapat diberikan kepada semua komponen masyarakat.

Dengan hadirnya buku Pedoman Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun Pelajaran 2017 – 2018 ini diharapkan menjadi acuan bagi Madrasah dan instansi terkait dalam penyelenggaraan dan pelaporan PPDB. Semoga pendidikan madrasah semakin terorganisir dengan baik sehingga keberadaan madrasah semakin diminati dan menjadi pilihan utama masyarakat.

BAB III
CALON PESERTA DIDIK
Pasal 5
Calon Peserta Didik
Calon  peserta  didik  tingkat  satuan  pendidikan  RA,  MI,  MTs,  MA  dan  MAK  adalah Peserta Didik yang memenuhi persyaratan.
Pasal 6
Calon Peserta Didik Lulusan Sebelum Tahun Pelajaran Berjalan
Calon  peserta  didik  yang  lulus  sebelum  tahun  pelajaran  berjalan  yang  memenuhi syarat PPDB dapat mengikuti seleksi masuk madrasah.

BAB IV
PERSYARATAN PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU
Pasal 7
Raudhatul Athfal
Calon peserta didik baru Raudhatul Athfal dengan syarat-syarat sebagai berikut:
1.  Usia 4 tahun sampai dengan 5 tahun untuk kelompok A;
2.  Usia 5 tahun sampai dengan 6 tahun untuk kelompok B;
3.  Memiliki Akte Kelahiran/Surat Keterangan Lahir;
4.  Kelompok  A,  dan  B,  bukan  merupakan  jenjang  belajar,  melainkan  semata-mata pengelompokkan belajar yang berdasarkan pada kelompok usia anak.
Pasal 8
Madrasah Ibtidaiyah
Syarat calon peserta didik baru MI/MILB/sederajat:
1.  Persyaratan calon peserta didik baru kelas 1 (satu) pada MI/MILB/sederajat pada tanggal 1 Juli 2017 :
a.  telah berusia 7 (tujuh) sampai dengan 12 (dua belas) tahun wajib diterima;
b.  telah berusia 6 (enam) tahun dapat diterima;
c.  telah  berusia  5  (lima)  tahun  sampai  dengan  kurang  dari  6  (enam)  tahun,  dapat dipertimbangkan atas rekomendasi tertulis dari psikolog profesional.
2.  Dalam  hal  tidak  ada  psikolog  profesional  sebagaimana  dimaksud  pada   angka  1 (satu)  huruf  c,  rekomendasi  dapat  dilakukan  oleh  Dewan  Guru  MI/MILB/sederajat yang bersangkutan sampai dengan batas daya tampungnya terpenuhi sesuai standar pelayanan minimal pendidikan dasar;
3.  Persyaratan calon peserta didik baru kelas 1 (satu) pada MILB dapat menerima usia lebih dari 12 (dua belas) tahun;
4.  Tidak dipersyaratkan telah mengikuti RA/TK/atau bentuk lain yang sederajat;
5.  Memiliki Akte Kelahiran/Surat Keterangan Lahir.
Pasal 9
Madrasah Tsanawiyah
1.  Persyaratan  calon  peserta  didik  baru  kelas  7  (tujuh)  pada  MTs/MTsLB/sederajat pada tanggal 1 Juli 2017:
a.  Telah lulus dan memiliki ijazah SD/SDLB/MI/MILB/Program Paket A/Pendidikan Pesantren Salafiyah Ula/sederajat;
b.  Memiliki  Surat  Keterangan  Lulus  SD/SDLB/MI/MILB/Program  Paket A/Pendidikan Pesantren Salafiyah Ula/sederajat;
c.  Berusia  paling  tinggi  18  (delapan  belas)  tahun  pada  awal  tahun  pelajaran  baru; dan
d.  Memiliki Sertifikat Hasil Ujian Akhir Madrasah bagi lulusan MI/MILB.
2.  Memiliki Akte Kelahiran/Surat Keterangan Lahir;
3.  Persyaratan  calon  peserta  didik  baru  kelas  7  (tujuh)  pada  MTsLB  adalah  peserta didik yang tamat dan memiliki ijazah SD/MI/MILB/SDLB.

Pasal 10
Madrasah Aliyah
1.  Persyaratan  calon  peserta  didik  baru  kelas  10  (sepuluh)  pada  MA/sederajat  pada tanggal 1 Juli 2017 :
a.  Telah  lulus  dan  memiliki  ijazah  SMP/SMPLB/MTs/MTsLB/Paket  B/Pendidikan Pesantren Salafiyah Wustha/sederajat;
b.  Memiliki  SHUN  SMP/SMPLB/MTs/MTsLB/Program  Paket  B/Pendidikan Pesantren Salafiyah Wustha/sederajat;
c.  Berusia paling tinggi 21 (dua puluh satu) tahun pada awal tahun pelajaran baru; dan
d.  Memiliki SHUAMBN bagi lulusan MTs/MTsLB.
2.  Persyaratan calon peserta didik baru kelas 10 (sepuluh) pada MALB adalah anak yang tamat dan memiliki ijazah SMP/SMPLB/MTs/MTsLB.
Pasal 12
Madrasah Berasrama 
1.  PPDB  madrasah  yang  memiliki  asrama  diserahkan  kepada  masing-masing  satuan pendidikan untuk melakukan;
2.  PPDB Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia diatur dalam pedoman tersendiri;
3.  PPDB  Madrasah  Aliyah  Negeri  Program  Keagamaan  diatur  dalam  pedoman tersendiri.

BAB V
DASAR SELEKSI, PERPINDAHAN, TATA CARA PENDAFTARAN, TEMPAT 
PENDAFTARAN, DAN JADWAL PENDAFTARAN DAN SELEKSI
Pasal 13
Dasar Seleksi
1.  Madrasah Ibtidaiyah :
a. Seleksi  calon  peserta  didik  baru  kelas  1  (satu)  MI/MILB  dilakukan berdasarkan  usia  dan  kriteria  lain  yang  ditentukan  oleh  madrasah dengan pertimbangan komite madrasah;
b.  Seleksi  sebagaimana  dimaksud  pada  huruf  (a)  tidak  berupa  seleksi
akademis  serta  tidak  dipersyaratkan  telah  mengikuti  RA/TK/bentuk  lain yang sederajat.
2.  Madrasah Tsanawiyah :
a. Seleksi  calon  peserta  didik  baru  kelas  7  (tujuh)  MTs  dilakukan berdasarkan :
(1)  Surat  Keterangan  Lulus  dari  SD/SDLB/MI/MILB/Program  Paket A/Pendidikan Pesantren Salafiyah Ula/sederajat;
(2)  Laporan  Hasil  Belajar/Laporan  Hasil  Pencapaian  Kompetensi  Peserta Didik;
(3)  Aspek jarak tempat tinggal ke madrasah;
(4)  Usia calon peserta didik baru;
(5)  Prestasi di bidang akademik;
(6)  Bakat olah raga atau bakat seni; dan
(7)  Prestasi lain yang diakui madrasah/sekolah.
b.  Madrasah  dapat  melakukan  tes  bakat  skolastik  atau  tes  potensi akademik dan atau non akademik;
c.  Tes  potensi  akademik  dan  atau  non  akademik  sebagaimana  dimaksud pada huruf (b) meliputi:
(1)  Tes  Potensi  Akademik  (Tes  tertulis  antara  lain  mata  pelajaran  Matematika, Bahasa Indonesia, IPA, IPS dan Agama)
(2)  Tes Non Akademik meliputi :
(a)  Wawancara dengan calon peserta didik dan orang tua/wali peserta didik
(b)  Tes Bakat dan Kemampuan (jika diperlukan)
(c)  Praktek Ibadah
(d)  Tes Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ)

d.  Seleksi  calon  peserta  didik  baru  kelas  7  (tujuh)  MTs  yang  berasal  dari satuan  pendidikan  asing  dilakukan  berdasarkan  surat  rekomendasi Direktur Jenderal Pendidikan Islam, sesuai dengan kewenangannya.
3.  Madrasah Aliyah :
a. Seleksi  calon  peserta  didik  baru  kelas  10  (sepuluh)  MA  dilakukan berdasarkan :
(1)  SHUN  dari  SMP/SMPLB/MTs/MTsLB/Program  Paket  B/Pendidikan Pesantren  Salafiyah  Wustha/sederajat  dan  atau  SHUAMBN  dari MTs/MTsLB;
(2)  aspek jarak tempat tinggal ke madrasah;
(3)  usia calon peserta didik baru;
(4)  prestasi di bidang akademik;
(5)  bakat olah raga atau bakat seni;
(6)  prestasi lain yang diakui madrasah;
b.  Madrasah  dapat  melakukan  tes  bakat  skolastik  atau  tes  potensi akademik dan atau non akademik;
c.  Tes  potensi  akademik  dan  atau  non  akademik  sebagaimana  dimaksud pada huruf (b) meliputi:
(1)  Tes  Potensi  Akademik  (Tes  tertulis  antara  lain  mata  pelajaran  Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, IPA, IPS dan Agama)
(2)  Tes Non Akademik meliputi :
i.  Wawancara dengan calon peserta didik dan orang tua/wali peserta didik
ii.  Tes Bakat dan kemampuan (jika diperlukan)
iii.  Praktek Ibadah
iv.  Tes Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ)
d.  Seleksi  calon  peserta  didik  baru  kelas  10  (sepuluh)  MA  tuna  grahita  dan autis berat dilakukan berdasarkan SHUS;
e.  Seleksi  calon peserta didik baru kelas 10 (sepuluh)  MA  yang berasal dari satuan pendidikan asing dilakukan berdasarkan:
(1)  surat rekomendasi Direktur Jenderal Pendidikan Islam, sesuai dengan kewenangannya;
(2)  aspek jarak tempat tinggal ke madrasah;
(3)  usia calon peserta didik baru;
(4)  prestasi di bidang akademik;
(5)  bakat olah raga atau bakat seni; dan
(6)  prestasi lain yang diakui madrasah.
Pasal 14
Perpindahan 
1  Perpindahan  peserta  didik  baru  antar  madrasah  atau  dari  sekolah  dalam satu  kabupaten/kota,  antar  kabupaten/kota  dalam  satu  provinsi,  atau antar provinsi, dilaksanakan atas dasar persetujuan kepala madrasah asal dan  kepala  madrasah  yang  dituju  dan  dilaporkan  kepada  Kepala  Kantor Kementerian  Agama/Kantor  Wilayah  Kementerian  Agama  sesuai kewenangannya  dengan  tetap  menggunakan  Nomor  Induk  Siswa  Nasional semula;
2  Perpindahan  peserta  didik  baru  dari  satuan  pendidikan  asing  ke madrasah,  dapat  dilakukan  setelah  mendapat  persetujuan  Direktur Jenderal  atau  Direktur  Jenderal  Pendidikan  Dasar  dan  Menengah  sesuai dengan kewenangannya.

Pasal 15
Tata Cara Pendaftaran
Calon  peserta  didik  baru  RA,  MI,  MTs,  MA  dan  MAK  dilakukan  secara  Perorangan, dengan cara mendaftarkan langsung ke RA, MI, MTs, MA dan MAK yang dituju dengan membawa syarat-syarat yang telah ditentukan;
(1)  Mengambil formulir pendaftaran untuk diisi oleh calon pendaftar.
(2)  Pengambilan formulir dilakukan di madrasah tempat pendaftaran.
(3)  Menyerahkan  kembali  formulir  yang  telah  diisi  dan  ditandatangani  dengan kelengkapannya.
Pasal 16
Tempat Pendaftaran
1.  Tempat pendaftaran calon peserta didik baru berada pada masing-masing madrasah yang dituju/online untuk madrasah yang memiliki jaringan tersebut;
2.  Tempat  pendaftaran  penerimaan  calon  peserta  didik  baru  dipublikasikan  kepada masyarakat melalui pengumuman di madrasah, media cetak atau elektronik.
Pasal 17
Jadwal Pendaftaran dan Seleksi
1.  Penerimaan  peserta  didik  baru  dilaksanakan  oleh  madrasah  dengan memperhatikan  kalender  pendidikan  melalui  tahapan  pemberitahuan  ke masyarakat,  pendaftaran,  pengumuman  peserta  didik  baru  yang  diterima, dan pendaftaran ulang;
2.  Jadwal pendaftaran sebagaimana berikut:
(a)  Raudhatul Athfal

(b)  Madrasah Ibtidaiyah

(c)  Madrasah Tsanawiyah

(d)  Madrasah Aliyah dan Madrasah Aliyah Kejuruan

BAB VI
PENINGKATAN AKSES, PERNYATAAN TERTULIS DAN NOMOR INDUK SISWA MADRASAH
Pasal 18
Peningkatan Akses
Dalam upaya peningkatan akses pelayanan pendidikan, jumlah peserta didik baru yang
dapat diterima diatur sebagai berikut :
1.  Jumlah  peserta  didik  pada  RA  dalam  satu  rombongan  belajar/kelas  paling banyak 25 (dua puluh lima) orang;
2.  Jumlah  peserta  didik  pada  RALB  dalam  satu  rombongan  belajar/kelas paling banyak 5 (lima) orang;
3.  Jumlah  peserta  didik  pada  MI  dalam  satu  rombongan  belajar/kelas  paling banyak 32 (tiga puluh dua);
4.  Jumlah  peserta  didik  pada  MILB  dalam  satu  rombongan  belajar/kelas paling banyak 5 (lima) orang;
5.  Jumlah peserta didik pada MTs dalam satu rombongan belajar/kelas paling banyak 36 (tiga puluh enam) orang;
6.  Jumlah  peserta  didik  pada  MTsLB  dalam  satu  rombongan  belajar/kelas paling banyak 5 (lima) orang;
7.  Jumlah  peserta  didik  pada  MA  dalam  satu  rombongan  belajar/kelas  paling banyak 40 (empat puluh) orang;
8.  Jumlah  peserta  didik  pada  MALB  dalam  satu  rombongan  belajar/kelas paling banyak 5 (lima) orang; dan
Pasal  19
Pernyataan Tertulis
1.  Peserta  didik  baru  yang  diterima  pada  suatu  madrasah  wajib  mentaati  peraturan dan  tata  tertib  madrasah  yang  bersangkutan  dengan  menandatangani  surat pernyataan bermaterai Rp. 6.000,- sebagaimana contoh terlampir;
2.  Orang tua/wali peserta didik baru yang diterima, wajib menandatangani surat pernyataan bermaterai  RP.  6000,-  sebagaimana  contoh  terlampir  yang  diketahui  oleh  Kepala Madrasah yang bersangkutan.
Pasal 20
Nomor Induk Siswa Madrasah (NISM)
1.  Setiap  madrasah  wajib  menerbitkan  Nomor  Induk  Siswa  Madrasah  (NISM)  untuk pendataan siswanya;
2.  Nomor Induk Siswa Madrasah (NISM) diterbitkan pada saat :
a.  Peserta didik baru telah dinyatakan diterima pada setiap tahun pelajaran baru;
b.  Menerima siswa pindahan dari madrasah/sekolah lain.
3.  Penerbitan  Nomor  Induk  Siswa  Madrasah  (NISM)  mengacu  pada  Panduan  Penerbitan Nomor Induk Siswa Madrasah (NISM).

Itulah tadi beberapa cuplikan isi dari Pedoman Penerimaan Peserta Didik Baru RA, MI, MTs, dan MA Tahun Pelajaran 2017/2018. Mudah-mudahan informasi yang kami bagikan ini bisa bermanfaat bagi orantua/wali murid yang akan mencari informasi mengenai PPDB tahun pelajaran 2017/2018.

Link Download: 
Pedoman Penerimaan Peserta Didik Baru RA, MI, MTs dan MA 2017/2018 Pedoman Penerimaan Peserta Didik Baru RA, MI, MTs dan MA 2017/2018 Reviewed by Niko Arisandi on 21:55:00 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.