Yuk Ikut Awasi Penggunaan Dana Pendidikan dengan cara ini

Cara Ikut Mengawasi Penggunaan Dana Pendidikan. Pemerintah berniat untuk menabuh gendengan perang dengan aksi pungli atau pungutan liar. Pemerintah juga mengajak Masyarakat untuk ikut aktif mengawasi penggunaan dana pendidikan. Karena sebagian besar dana pendidikan dari sekolah sekarang ini didapatkan langsung dari bantuan dan anggaran pendidikan. Jadi jika ingin menarik dana dari orang tua siswa harus diikuti dengan alasan yang jelas. Tidak serta merta menarik dana dengan alasan yang kurang bisa diterima. Apabila Anda menemukan kejanggalan dengan adanya penarikan dana dari pihak sekolah, segera laporkan saja dengan cara dibawah ini. 

cara melaporkan pungli

Masyarakat dihimbau aktif awasi Penggunaan Dana Pendidikan. Pungutan Liar atau biasa disebut Pungli adalah penarikan biaya kepada siswa atau orang tua siswa yang tidak seharusnya biaya tersebut dikenakan atau dipungut. Pungutan tersebut tidak memiliki landasan hukum. Pungutan ini sering dilakukan oleh pihak sekolah biasanya dengan alasan untuk pembangunan sekolah, kemajuan sekolah dan lain sebagainya. 

Pemerintah melalui Permendikbudnya nomor 75 tahun 2016 tentang Komite sekolah, telah merevitalisasi Komite Sekolah. Salah satu yang diatur dalam Permendikbud tersebut adalah masalah penggalalngan dana yang dilakukan Komite Seklah harus berbentuk sumbangan dan/atau bantuan pendidikan, bukan pungutan.

Inspektur Jenderal Kemendikbud, Daryanto telah menghimbau kepada masyarakat supaya aktif ikut mengawasi penggalangan dana dan penggunaan dana pendidikan di sekolah. "Kalau ada pungutan liar, atau sumbangan dan bantuan pendidikan yang tidak sesuai Permendikbud, silahkan lapor ke layanan pengaduan Kemendikbud, atau lewat layanan LAPOR yang dikelola Kantor Staf Kepresidenan, atau melalui Saber Pungli", kata Daryanto di Kantor Kemendikbud, Jakarta (16/1).

Selain mengajak masyarakat untuk ikut aktif dalam pengawasan penggunaan dana, Kemendikbud juga menghimbau kepada dinas pendidikan daerah setempat juga memaksimalkan fungsi pengawasannya dalam memantau penggalangan dan penggunaan dana pendidikan. Pengawas juga seharusnya bisa mengawasi kegiata-kegiatan pendidikan yang dijalankan di sekolah, apakah kegiatan tersebut masih relevan dan terbukti ada hasilnya. 
Selain itu, pengawas sekolah juga sudah seharusnya meningkatkan pengawasan terkait laporan keuangan sekolah, baik laporan penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), maupun laporan penggalangan dana penggunaan dan oleh Komite Sekolah. 

"Nanti akan ada satu form atau surat pernyataan yang ditandatangani Kepala Sekolah dan Komite Sekolah yang menyatakan tidak ada pungutan liar di sekolah yang bersangkutan. Japi seperti Pakta Integritas, " ujar Daryanto. 

Selain itu, Beliau juga menghimbau kepada inspektorat daerah untuk aktif mengawasi dana pendidikan di daerahnya masing-masing. "Untuk teknik pengawasan detil di sekolah harus diperkuat Pengawas Sekolah, sedangkan inspektorat daerah dapat membantu Pengawas Sekolah melakukan audit yang relatif mudah dari segi keuangan," kata Daryanto. 

Bagi masyarakat yang ingin melaporkan dugaan penyalahgunaan dana pendidikan, bisa langsung dengan cara melapor ke: 
  1. Unit Layanan Terpadu (ULT) Kemendikbud. SMS: 0811 976929, telepon: (021) 5703303, 57903020, posel: pengaduan@kemdikbud.go.id , laman: http://ult.kemdikbud.go.id
  2. Posko Pengaduan Itjen Kemendikbud SMS: 0811 9958020, posel: pengaduan.itjen@kemdikbud.go.id
  3. LAPOR! 1708; http://lapor.go.id
  4. Saber Pungli. Telepon: 193 dan 0821 1213 1323, SMS: 1193, posel: lapor@saberpungli.
  5. Kanal Informasi Inspektorat Provinsi, Kabupaten/Kota
  6. Kanal Informasi Ombudsman Daerah

Itulah tadi, cara melaporkan penyalahgunaan dana pendidikan. Apabila Anda menemukan kejanggalan, langsung saja melapor dengan cara menulis pesan atau langsung memberikan informasi melalui daftar kontak di atas. Identitas pelapor akan dilindungi oleh pemerintah. Jangan takut untuk melakukan tindakan yang benar. Semua ini dilakukan untuk memajukan pendidikan di negara kita. 

Salam Pendidikan,

sumber: kemendikbud.go.id
loading...
Yuk Ikut Awasi Penggunaan Dana Pendidikan dengan cara ini Yuk Ikut Awasi Penggunaan Dana Pendidikan dengan cara ini Reviewed by Niko Arisandi on 11:31:00 Rating: 5

1 comment:

  1. Assalamualaikum sebelum'nya perkenal'kan nama saya drs manire kepala sekolah SD Nrgeri 30 Ambon NPSN 601002080 alamat jl sultan babullah kel.silale kec. Nusaniwe kota ambon prov.Maluku, mohon maaf sebelum'nya saya ingin berbagi cerita kepada jajaran kepala sekolah yang lain mengenai perjuangan pembangunan sekolah saya, alhamdulillah sekolah saya sekarang sudah sementara renovasi, pembangunan dan melengkapi isi ruang perpustakaan berkat dana bantuan dari pusat, mulah'nya saya sangat sedih melihat kondisi sekolah saya dan saya pun beberapa kali mengirim berkas proposal ke pemerintah setempat namun tidak ada sama sekali respon dari pemerintah setempat, tapi saya tidak pernah menyerah dalam menghadapi masalah ini dan setiap ibadah aku selalu memohon doa dan petunjuk, alhamdulillah suatu hari itu saya ke dinas pendidikan provensi untuk meminta perhatian kepada kepala dinas, namun kadis prov tidak ada respon juga, alhamdulillah ada salah satu krabat saya yang kebetulan dinas di depdiknas ambon maluku, krabat saya memberikan arahan untuk melapor'kan hal ini ke pusat mendiknas jakarta dan beliau pun juga memberikan nomor ponsel 0853-9845-2015 kepala biro umum bpk DR.SUTANTO S.H.,M. A. beliau menjabat di kemendiknas pusat jakarta, setelah satu minggu kemudian saya memberikan diri menghubungi beliau dan meminta bantuan dalam masalah sekolah saya dan waktu itu saya sempat curhat masalah kondisi sekolah saya dan alhamdulillah beliau ada respon memberikan arahan untuk mempersiapan proposal untuk di kirim ke pusat, alhamdulillah setelah proposal saya tiba di jakarta beliau menghubungi saya untuk menutupi segera pos pos adimistrasi pengurusan berkas'nya, setelah saya ikuti arahan beliau satu minggu kemudian saya mendapat tlp dari beliau dan beliau menyampai'kan bahwa dana'nya sudah masuk ke rekening sekolah, waktu itu saya langsun ke bank BPD kota ambon untuk cek rekening sekolah dan setelah saya serah'kan buku rekening tabungan kepada teller bank dan teller bank menyampaikan dana sudah masuk senilai 250.000.000,00 alhamdulillah saat itu saya tidak sadar'kan diri sujud di depan teller bank, alhamdulillah kini sekolah saya sudah sementara proses pembangunan berkat bantuan bpk DR.SUTANTO S.H.,M.A. beliau selaku kepala biro umum di kemendiknas pusat jakarta, terima kasih kepada bpk dr sutanto moga sukses selalu dan di beri umur panjang amin.

    ReplyDelete

loading...
Powered by Blogger.