Pedoman MOS (Masa Orientasi Siswa) dari Kemendikbud 2017/2018

Pedoman MOS (Masa Orientasi Siswa) dari Kemendikbud 2017/2018 - Pedoman Masa Orientasi Siswa ini telah dikeluarkan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia melalui Peraturan Menteri (Permendikbud) Nomor 18 tahun 2016 Tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah. Pada tahun ini istilah MOS akan digantikan dengan nama Pengenalan Lingkungan Sekolah Bagi Siswa Baru. Dengan adanya perubahan nama tersebut, diharapkan dapat merubah paradigma masyarakat luas mengenai pelaksanaan MOS dahulu yang dikenal dengan banyaknya perpeloncoan dan banyak terjadi pelanggaran. Untuk Pedoman MOS tahun ajaran 2017/2018 dan pada tahun ajaran tersebut akan dikenal dengan nama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bisa Anda simak selengkapnya pada artikel di bawah ini. 

Pedoman MOS 2016
MOS SMK Percis Halmahera

Masa Orientasi Siswa (MOS). MOS sejak dahulu dari tahun ketahun sangat identik dengan kegiatan perpeloncoan, sebenarnya tujuannya bagus, yaitu untuk melatih mental siswa baru agar lebih kuat dan tidak cengeng. Namun, ternyata pribadi setiap anak berbeda-beda, ada yang senang menerimanya ada juga yang tidak bisa menerimanya sama sekali sehingga menimbulkan tekanan batin dan akhirnya terjadilah sebuah insiden dimana terkadang ada siswa yang sampai jatuh pingsan dan orang tuanya sendiri tidak terima. 

Selain itu, setelah ditelusuri dan juga banyaknya informasi yang didapat dari berbagai daerah mengenai penyalah gunaan kegiatan MOS ini, Oleh Menteri Pendidikan Bapak Anies Baswedan kegiatan MOS ini lebih diseragamkan lagi, Beliau memberikan himbauan pada tahun 2015 kemaren bahwa setiap sekolah diharapkan tidak lagi mengadakan perpeloncoan dan kegiatan yang berbau menyiksa siswa baru. Namun, kenyataannya masih saja tetap ada, meskipun sudah tidak seperti dahulu. 

Maka dari itu, pada tahun 2016 lalu. Untuk menseragamkannya, Mendikbud Mengeluarkan Permendikbud nomor 18 tahun 2016 tentang tata pelaksanaan MOS yang sekarang diberi nama menjadi "Pengenalan Lingkungan Sekolah Bagi Siswa Baru. Dalam permendikbud tersebut dijelaskan bahwa dalam pelaksanaan pengenalan lingkungan sekolah bagi siswa baru perlu dilakukan kegiatan yang bersifat edukatif dan kreatif untuk mewujudkan sekolah sebagai taman belajar yang menyenangkan.

Jadi, sudah tidak ada lagi, yang namanya perpeloncoan, membawa atribut-atribut aneh-aneh, kegiatan penyiksaan terhadap murid baru dan lain sebagainya. 

Supaya lebih kenal dengan istilah "Pengenalan Lingkungan Sekolah Bagi Siswa Baru", yuk simak informasi dibawah ini yang juga diambil dari Permendikbud no.18 tahun 2016.

Pengenalan Lingkungan Sekolah adalah kegiata pertama masuk sekolah untuk pengenalan program sarana dan prasarana sekolah, cara belajar, penanaman konsep pengenalan diri, dan pembinaan awal kultur sekolah.

Tujuan dari pengenalan lingkungan sekolah adalah;
  1. mengenali potensi diri siswa baru;
  2. membantu siswa baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah dan sekitarnya, antara lain terhadap aspek keamanan, fasilitas umum, dan sarana prasarana sekolah;
  3. menumbuhkan motivasi, semangat, dan cara belajar efektif sebagai siswa baru;
  4. mengembangkan interaksi positif antarsiswa dan warga sekolah lainnya;
  5. menumbuhkan perilaku positif antara lain kejujuran, kemandirian, sikap saling menghargai, menghormati keanekaragaman dan persatuan, kedisplinan, hidup bersih dan sehat untuk mewujudkan siswa yang memiliki nilai integritas, etos kerja, dan semangat gotong royong.
Nah, yang bertanggung jawab atas kegiatan ini adalah kepala sekolah langsung, apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan atau tindakan melenceng (tidak sesuai) dengan Permendikbud ini maka sekolah sendiri yang akan menerima sanksinya. Maka dari itu, sekolah wajib menugaskan 2 orang guru sebagai pendamping dalam kegiatan ini.

Apabila terjadi perpeloncoan maupun kekerasan lainnya dalam pengenalan lingkungan sekolah maka pemberian sanksi mengacu kepada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 82 Tahun 2015 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Tindak Kekerasan pada Satuan Pendidikan dan peraturan perundang-undangan lainnya.

Maka dari itu, untuk mengetahui kegiatan-kegiatan apa saja yang tidak diperbolehkan dalam pelaksanaan Pengenalan Lingkungan Sekolah Bagi Siswa Baru, Dibawah ini ada beberapa contoh kegiatan dan atribut yang dilarang digunakan, yang tertera dalam lampiran di Permendikbud no.18 tahun 2016. 

CONTOH KEGIATAN DAN ATRIBUT YANG DILARANG DALAM PELAKSANAAN PENGENALAN LINGKUNGAN SEKOLAH

  1. Tas karung, tas belanja plastik, dan sejenisnya.
  2. Kaos kaki berwarna-warni tidak simetris, dan sejenisnya.
  3. Aksesoris di kepala yang tidak wajar.
  4. Alas kaki yang tidak wajar.
  5. Papan nama yang berbentuk rumit dan menyulitkan dalam pembuatannya dan/atau berisi konten yang tidak bermanfaat.
  6. Atribut lainnya yang tidak relevan dengan aktivitas pembelajaran.
Contoh Aktivitas Yang Dilarang Dalam Pelaksanaan Pengenalan Lingkungan Sekolah
  1. Memberikan tugas kepada siswa baru yang wajib membawa suatu produk dengan merk tertentu.
  2. Menghitung sesuatu yang tidak bermanfaat (menghitung nasi, gula, semut, dsb).
  3. Memakan dan meminum makanan dan minuman sisa yang bukan milik masing-masing siswa baru.
  4. Memberikan hukuman kepada siswa baru yang tidak mendidik seperti menyiramkan air serta hukuman yang bersifat fisik dan/atau mengarah pada tindak kekerasan.
  5. Memberikan tugas yang tidak masuk akal seperti berbicara dengan hewan atau tumbuhan serta membawa barang yang sudah tidak diproduksi kembali.
  6. Aktivitas lainnya yang tidak relevan dengan aktivitas pembelajaran.
Itulah tadi beberapa Informasi yang dapat dijadikan Panduan MOS (Masa Orientasi Siswa) ini. Oh, iya.. jangan lupa ya untuk nama MOS sendiri sudah diubah menjadi Pengenalan Lingkungan Sekolah Bagi Siswa Baru. Beberapa informasi di atas, langsung diambil dari halaman Permendibud no.18 tahun 2016. Untuk lebih jelasnya Silahkan saja unduh berkasnya pada link ini: Permendikbud no.18 tahun 2016

Sekian, Terimakasih...
Pedoman MOS (Masa Orientasi Siswa) dari Kemendikbud 2017/2018 Pedoman MOS (Masa Orientasi Siswa) dari Kemendikbud 2017/2018 Reviewed by Niko Arisandi on 16:44:00 Rating: 5

24 comments:

  1. Wah, berarti mos sekarang kurang menantang dan gak ada kesannya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memangnya masa orientasi harus melecehkan agar berkesan? Saya anggota OSIS tapi saya setuju dengan peraturan baru ini

      Delete
    2. Are you fucking idiot??? Kaga punya otak yak? Otak nya di m*m*k

      Delete
    3. Heh nur aini oon kamu kok kampungan sih

      Delete
    4. Kita mengutuki negara lain yang dulu ngejajah Indonesia. Coba ngaca, sekarang yang punya mental penjajah siapa?

      Delete
  2. Ini. Baru bagus menjadikan anak masuk sekolah dengan karakter yang positif bukan memberikan kesan anak sekolah menjadi orang gak bener tuh namanya gak gentelman

    ReplyDelete
  3. Jaman dulu yang ada itu penataran P4(pedoman penghayatan dan pengamalan pancasila)

    ReplyDelete
  4. Tahun depan yang mau mos di jemput ke rumahnya masing2, tidak boleh peserta mos disibukkan dengan kemacetan jalan yg menyebabkan terlambat....

    ReplyDelete
  5. Agak bingung dengan peraturan kaos kaki...
    Saya rasa kalau kaos kaki yang warna warni atau yang beda warna ga ada masalah ...

    ReplyDelete
  6. Yaa, yang sewajarnya saja mas...

    Yang penting kegiatannya mendidik dan mempunyai tujuan yang baik, serta tidak ada unsur kekerasan dan tidak ada tujuan melecehkan.

    ReplyDelete
  7. Kalo sudah ada peraturan nya,,ya tinggal turuti,,semoga menjadi lebih baik,

    ReplyDelete
  8. Saya juga sangant setuju dengan mos sekarang kalau dulu mcm apa sj kyk org gila harus pakai atribut yang aneh2

    ReplyDelete
  9. hem apakah puss up termasuk kekearasa. bentak bentak .. tpi kalau kayak gini bakalan bnyak murud baru yg sewenang wenang. terus knpa harus ada osis .
    ini hari pertama ngemos
    klau unsur kekerasan si gak gak ada ataupun pemeloncoan

    ReplyDelete
  10. Peraturan yang bagus soalnya MOS yang dulu-dulunya sebagai ajang kakak kelas/senior menunjukan arogansinya padahal senior belum tentu taat dengan peraturan sekolah yang ada. Coba bayangkan kalau senior ke sekolah naik motor tidak pake helm atau senior sendiri terlambat datang/masuk sekolah Kesimpulan: Seperti di tempat sirkus bukan monyet yang mengajari monyet lain untuk bersirkus

    ReplyDelete
  11. Bagi yang melanggar bisa melaporkan ke aparat penegak hukum. Wis ngunu ae... biar gak ada Guru cubit siswa..siswa lapor Tuhan

    ReplyDelete
  12. Bagi yang melanggar bisa melaporkan ke aparat penegak hukum. Wis ngunu ae... biar gak ada Guru cubit siswa..siswa lapor Tuhan

    ReplyDelete
  13. Ya...... Itulah pendidikan di indonesia skrg. Membuat pra peserta didik semakin manja. Jgn heran ketika peserta didik di sentuh sedikit sm gurunya, lgsg melapor sm org tua. Hruskah sprti ini? MOS bkan brarti kekerasan. Tetapi pembentukan mental kuat terhadap peserta didik baru. Krna watak guru yg nntinya akn d hadapi ber beda2. Apkah peserta didik mampu menghdapi guru yg wataknya keras? Tidk..... Mkanya itlah manfaat dr MOS. Penyiapan mental ktika mnghadapi dinamika d sekolah nanti. Disisi lain manfaat bagi para senior adalah menjadi peserta didik yg kreatif..... So jalankan aja sesuai kebiasaan mos sblmnya. Slma kt tdk mlanggar sperti yg di bahasakan oleh mentri di atas, ya fine2 aja kan. Ttap semangat para guru khususnya peserta didik senior.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya kurang setuju toh mas , kamu blg emang bnar tpi lihat keadaan sekarang ini gimana MOs nya sudah beres belum .. Kalau di biar kan trus mos ny seperti yg dulu bisa bisa anak indonesia ini menjadi pendendam dan dendam itu di benci Tuhan .. Lihat situasi sekarang kakak kelas sewenang wenang ny buat Adik kelas ny kan kasihan saya aja yg jdi Panitia MoS ingetin temman saya jangan buat aneh aneh kasihan mereka .. Masalah Mental kita laksanakn namannya renungan suci .. Saya tetap setuju bahwa Peraturan Mos yang baru dilaksanakan ..

      Delete
    2. Saya kurang setuju toh mas , kamu blg emang bnar tpi lihat keadaan sekarang ini gimana MOs nya sudah beres belum .. Kalau di biar kan trus mos ny seperti yg dulu bisa bisa anak indonesia ini menjadi pendendam dan dendam itu di benci Tuhan .. Lihat situasi sekarang kakak kelas sewenang wenang ny buat Adik kelas ny kan kasihan saya aja yg jdi Panitia MoS ingetin temman saya jangan buat aneh aneh kasihan mereka .. Masalah Mental kita laksanakn namannya renungan suci .. Saya tetap setuju bahwa Peraturan Mos yang baru dilaksanakan ..

      Delete
  14. Saya stju saya bru msuk SMK 2016 ini,nunggu senin 18 juli 2016,saya dlu jmn msuk smk sruh bwa rumbai2,bwa kalung yg ad syuran+tersi,gelang ny pke bumbu2 mskan,pke topi pot bunga,dll pkoe mnyiksa dan bnyk mngeluh serta pingsan krna kkrasan fsik

    ReplyDelete
  15. lain tempat lain kondisi jadi jalani sesuai kebutuhan yg ada...... d tanggapi positif aj

    ReplyDelete
  16. peraturannya nya bagus,, di poin no 5 bagian tujuan dari pengenalan lingkungan sekolah masih bisa kayaknya kesempatan vagi senior untuk menghukum adek kelas yang salah, dan memberikan reward bagi adek kelas yang mengikuti mos dengan benar,, skrg tuh tergantung sama seniornya bagaimana caranya itu yang jadi persoalan,, mulailah bermain cantik ya para senior,,

    ReplyDelete

Powered by Blogger.